Bos Bank Muamalat Beberkan Strategi Usai BPKH jadi Pemegang Saham Pengendali

301 views 11:47 am 0 Comments November 17, 2021

Direktur Utama PT Bank Muamalat Tbk. Achmad Kusna Permana angkat bicara usai Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) resmi masuk sebagai pemegang saham mayoritas perseroan.

Ia optimistis kinerja Bank Muamalat bakal membaik karena BPKH berpeluang untuk meningkatkan permodalan seiring dengan kemampuan keuangan yang dimiliki.

Saat ini BPKH memiliki 78,45 persen saham bank syariah pertama di Indonesia tersebut. Hibah saham tersebut berasal dari Islamic Development Bank, Bank Boubyan, Atwill Holdings Limited, National Bank of Kuwait, IDF Investment Foundation, dan BMF Holding Limited sebanyak 7,903 miliar saham atau setara dengan 77,42 persen, sehingga total kepemilikan saham BPKH di Bank Muamalat menjadi 78,45 persen.

Permana menjelaskan, model transaksi saham yang dilakukan korporasi sudah dikenal dalam tatanan hukum Indonesia dan juga terdapat dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK). Selanjutnya, Bank Muamalat akan mengambil langkah setelah BPKH menguasai saham perseroan.

“Kami akan berkoordinasi dengan Pemegang Saham Pengendali baru untuk menentukan hal-hal yang akan dilakukan, termasuk strategi dan arah bisnis perseroan,” kata Permana ketika dihubungi, Rabu, 17 November 2021.

Bank Muamalat rencananya akan menggelar aksi korporasi penerbitan obligasi syariah subordinasi (sukuk) dengan nilai sekitar Rp 2 triliun. Bila terealisasi, maka ada peluang BPKH akan menguasai lebih besar kepemilikan saham di Bank Muamalat.

12 Selanjutnya

“Perseroan akan melaksanakan penerbitan instrumen subordinasi sesuai dengan keputusan hasil RUPSLB 30 Agustus 2021,” tutur Permana. BPKH diharapkan bisa menempatkan lebih banyak dana masyarakat melalui Bank Muamalat. “Kami berharap demikian, namun hal ini merupakan ranah BPKH untuk dapat menjawabnya.”

Lalu bagaimana strategi penyelamatan Bank Muamalat usai BPKH masuk jadi pemegang saham mayoritas?

Permana menyebutkan, langkah penyelamatan dilakukan dengan mengadopsi strategi penyehatan. “Tepatnya Strategi Penyehatan, di mana corporate action yang dilakukan adalah untuk memperkuat permodalan Bank Muamalat agar dapat lebih kuat, sehat, dan berkembang di masa yang akan datang,” ujarnya.

Dalam pengumuman yang dirilis pada Selasa, 16 November 2021, disebutkan pada 21 Juni 2021, 15 November dan 16 November 2021, BPKH telah menerima hibah saham Bank Muamalat. Pengalihan saham itu merupakan penyerahan saham dengan hibah tidak terdapat harga pengalihan per saham.

Pengalihan saham dilakukan dalam rangka memiliki, mengoperasikan, dan mengembangkan usaha BPKH di bidang perbankan syariah. Transaksi Bank Muamalat tersebut dikecualikan dari Pengumuman dan Pelaksanaan Tender Offer Wajib sesuai POJK Nomor 9/POJK.04/2018 tentang Pengambilalihan Perusahaan Terbuka.

BISNIS

Tag: , , , ,

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *