Doa Malam Hari Raya Idul Fitri 1445 H, Simak Juga 7 Amalan Rasulullah SAW saat Lebaran

12 views 3:23 am 0 Comments April 9, 2024

Berikut ini bacaan doa malam Hari Raya Idul Fitri 1445 H. Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah menetapkan 1 Syawal 1445 H atau Idul Fitri pada Rabu (10/4/2024). Sementara itu, Pemerintah baru akan menetapkan 1 Syawal 1445 H lewat sidang isbat yang digelar pada Selasa (9/4/2024) malam ini.

Dilansir situs resmi Pondok Pesantren Sunan Drajat Lamongan, malam Idul Fitri adalah malam di mana doa tidak akan ditolak. Hal ini sesuai hadis yang diriwayatkan Ibnu 'Asakir dari Abi Umamah. "Rasulullah SAW bersabda: Ada lima malam doa tidak akan ditolak: Malam pertama di bulan Rajab, malam Nisfu Syaban, malam Jumat, malam Idul Fitri, dan malam Idul Adha."

Berikut ini doa malam Idul Fitri yang dipanjatkan Sayyidina Ali bin Abi Thalib untuk menghidupkan malam Lebaran, awal Rajab, dan Nisfu Syaban: “ Ya Allah limpahkan rahmat takzhim Mu kepada Nabi Muhammad dan keluarganya, lampu lampu hikmah, tuan tuan nikmat, sumber sumber penjagaan. Tawuran Brutal di Jatipulo Sering Terjadi, Warga Sindir Polisi yang Datang Sesudah Kejadian

Contoh Kata Sambutan Momen Perpisahan TK dan PAUD dari Kepala Sekolah Tawuran Pelajar Kembali Terjadi di Kota Bogor, Warga Sebut Ada yang Kena Bacok Contoh Jawaban Post Test Modul 3, Bu Sani Adalah Guru Bahasa Inggris di Jenjang SD. Ia Mendapatkan

Soal Tawuran yang Terjadi di Pancasan Kota Bogor, Polisi Periksa Lima Orang Pelajar Teks Khutbah Idul Adha 2023 yang Singkat dan Penuh Pelajaran, Tiga Ibadah yang Memuat Nilai Tawakal Tawuran Marak Terjadi di Kabupaten Bogor, Kapolres Instruksikan Jajarannya Jangan Ragu Tindak Tegas

Jawaban Soal Modul 2 Teori Coaching: Post Test Latihan Pemahaman dan Cerita Reflektif Jagalah aku dari segala keburukan lantaran mereka, janganlah engkau hukum aku atas kelengahan dan kelalaian, janganlah engkau jadikan akhir urusanku suatu kerugian dan penyesalan, ridhoilah aku, sesungguhnya ampunan Mu untuk orang orang zalim dan aku termasuk dari mereka. Ya Allah ampunilah bagiku dosa yang tidak merugikan Mu, berilah aku anugerah yang tidak memberi manfaat kepada Mu, sesungguhnya rahmat Mu luas, hikmah Mu indah, berilah aku kelapangan, ketenangan, keamanan, kesehatan, syukur, perlindungan (dari segala penyakit) dan ketakwaan.

Tuangkanlah kesabaran dan kejujuran kepadaku, kepada kekasih kekasihku karena Mu, berilah aku kemudahan dan janganlah jadikan bersamanya kesulitan, liputilah dengan karunia karunia tersebut kepada keluargaku, anakku, saudara saudaraku karena Mu dan para orang tua yang melahirkanku dari kaum muslimin muslimat, serta kaum mukiminin mukminat. " Petunjuk dari Syekh Sayyid Ahmad bin Hasan al 'Athas, doa tersebut juga baik dibaca setelah membaca takbir hari raya dan takbir hari hari Tasyrik. Dalam menyambut dan merayakan Idul Fitri, Rasulullah SAW melakukan tujuh amalan.

Amalan amalan ini disebutkan dalam beberapa riwayat hadis, dikutip dari situs Kementerian Agama (Kemenag). Berikut ini tujuh amalan Rasulullah SAW saat Lebaran: Memperbanyak baca takbir saat Lebaran tertuang dalam firman Allah Surat Al Baqarah ayat 185.

وَلِتُكْمِلُوا الْعِدَّةَ وَلِتُكَبِّرُوا اللهَ Artinya, “Dan sempurnakanlah bilangan Ramadhan, dan bertakbirlah kalian kepada Allah”. (QS. Al Baqarah: 185). Diketahui, ada dua jenis takbir Idul Fitri, yaitu muqayyad (dibatasi) dan mursal (dibebaskan).

Takbir muqayyad dilakukan setelah salat, baik fardu ataupun sunah. Sementara, takbir mursal bisa dilakukan di setiap kondisi. Takbir Idul Fitri dimulai sejak tenggelamnya matahari pada malam 1 Syawal sampai takbiratul ihram Imam salat Id bagi yang berjamaah atau takbiratul iham mushalli sendiri, bagi yang salat sendirian.

Kesunahan mengenakan pakaian terbaik dan berhias saat Idul Fitri berlaku bagi siapapun. Meski demikian, bagi perempuan ajuran berhias harus tetap memperhatikan batas batas syariat. Sebelum shalat Idul Fitri, Rasulullah SAW biasa memakan kurma dengan jumlah yang ganjil; tiga, lima, atau tujuh.

Dalam sebuah hadis disebutkan, "Pada waktu Idul Fitri Rasulullah SAW tidak berangkat ke tempat salat sebelum memakan beberapa buah kurma dengan jumlah yang ganjil." (HR Ahmad dan Bukhari) Rasulullah SAW menunaikan salat Idul Fitri bersama dengan keluarga dan sahabat sahabatnya. Saat berangkat dan pulang salat Idul Fitri, Rasulullah SAW memilih rute jalan yang berbeda.

Suatu ketika saat hari raya Idul Fitri, Rasulullah SAW menemani Aisyah mendatangi sebuah pertunjukan atraksi tombak dan tameng. Bahkan saking asyiknya, sebagaimana hadis riwayat Ahmad, Bukhari, dan Muslim, Aisyah sampai menjengukkan (memunculkan) kepala di atas bahu Rasulullah SAW sehingga dia bisa menyaksikan permainan itu dari atas bahu Rasulullah SAW dengan puas. Tradisi silaturahmi sudah ada sejak zaman Rasulullah SAW.

Saat Idul Fitri tiba, Rasulullah SAW mengunjungi rumah para sahabatnya, begitu juga sebaliknya. Mengucapkan selamat Idul Fitri menjadi salah satu sunah dan amalan saat Lebaran. Artikel ini merupakan bagian dari

KG Media. Ruang aktualisasi diri perempuan untuk mencapai mimpinya.

Tag: , , , ,

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *