Pengertian Serta Contoh Makanan 4 Sehat 5 Sempurna

244 views 2:45 am 0 Comments Desember 8, 2022

Makan 4 sehat 5 sempurna adalah menu makanan yang lengkap dan mengandung nutrisi yang dibutuhkan oleh tubuh seperti karbohidrat, protein, vitamin dan mineral. Masing-masing nutrisi ini terkandung dalam berbagai makanan yang berbeda.

Makanan 4 sehat 5 sempurna telah menjadi kampanye kesehatan sejak lama. Tujuannya ialah untuk meningkatkan gizi dan membangun komunitas yang kuat dan sehat. Makanan dengan kandungan gizi dan nutrisi yang lengkap wajib dikonsumsi oleh siapa saja tanpa memandang usia.

Pengertian makanan 4 sehat 5 sempurna

Makanan 4 sehat 5 sempurna adalah makanan yang mempunyai kandungan gizi lengkap mulai dari karbohidrat, protein, vitamin, lemak dan mineral. Makanan sehat 4 terdiri dari makanan pokok, lauk pauk, sayur dan buah.

Sedangkan 5 sempurna ialah susu yang merupakan nutrisi tambahan. Awalnya, makanan 4 sehat dan 5 sempurna merupakan kampanye yang digalakkan oleh pemerintah, namun kini sudah menjadi gaya hidup sebagian masyarakat.

Kesadaran untuk mengkonsumsi makanan sehat juga harus dibarengi dengan pola hidup sehat lainnya seperti istirahat yang cukup, olahraga teratur, dan pola hidup bersih dan sehat. Dengan melakukan hal-hal tersebut, tubuh akan selalu bugar dan terhindar dari berbagai penyakit.

Ada beberapa contoh makanan 4 sehat 5 sempurna seperti di bawah ini:

  • Lauk pauk

Lauk pauk adalah segala jenis makanan yang disajikan sebagai pendamping utama nasi, umumnya mengandung banyak protein, baik hewani maupun nabati. Lauk hewani antara lain daging, ikan, unggas, dll. Sedangkan lauk nabati antara lain tahu, tempe, dll.

  • Sayuran

Sayuran ialah semua jenis tanaman yang bisa dikonsumsi baik yang diambil dari akar, batang, daun, biji, bunga atau bagian lain yang digunakan untuk diolah menjadi makanan. Sayuran mengandung nutrisi yang berfungsi untuk mengatur metabolism.

Zat pengatur ini terdiri dari air, mineral, dan vitamin. Jenis nutrisi ini banyak ada pada makanan yang berasal dari sayuran dan buah-buahan. Sedangkan sayuran kebanyakan mengandung vitamin sesuai dengan warnanya.

Sayuran hijau banyak mengandung klorofil, Vitamin A dan Vitamin B. Sayuran yang berwarna merah atau kuning banyak mengandung karoten dan Vitamin A. Sayuran yang berwarna kuning dan berasa asam mengandung Vitamin C. Sayuran yang kaya akan aroma tajam yang banyak mengandung belerang seperti kol, bawang, lobak, pisang, dan lain-lain.

  • Buah

Ketika kita makan buah, suplai energi bisa meningkat dengan cepat. Tenaga tambahan ini sangat mendesak untuk menghadapi jadwal yang padat. Karena itu, para atlet sering terlihat makan buah, sebelum, saat istirahat, bahkan setelah latihan atau bertanding.

Buah-buahan seperti aprikot, pisang, apel, berry, grapefruits dan jeruk adalah yang terbaik untuk melindungi jantung karena kaya akan flavonoid, karotenoid, serat, potasium dan magnesium.

Buah juga mengandung vitamin A, B6, C, E, K, dan asam folat yang dapat mengontrol kadar kolesterol dan menangkal penyakit terkait jantung dan stroke. Diabetes tipe 2 merupakan masalah utama yang dihadapi dunia.

Walaupun buah sebenarnya sehat untuk semua orang, ada beberapa jenis yang mengandung karbohidrat berlebih yang tidak aman dikonsumsi bagi penderita diabetes. Buah-buahan seperti apel, ceri, alpukat, pisang, dan jeruk tetap bisa dikonsumsi karena mempunyai indeks glikemik yang rendah, yaitu kurang dari 55, sehingga bisa membantu mengontrol kadar gula darah.

  • Susu dan hasil olahannya

Minum susu sebaiknya dipraktikkan sejak kecil. Susu mempunyai banyak manfaat untuk anak. Tak hanya menjaga tulang tetap sehat dan kuat, susu juga membantu tumbuh kembang anak secara keseluruhan.

Rutin minum susu akan membuat tulang anak sehat dan kuat serta mencapai kepadatan tulang optimal pada usia 25-30 tahun. Asupan susu untuk anak juga mempengaruhi tinggi badannya. Vitamin D sering ditambahkan (diperkuat) dalam susu.

Vitamin D dapat membantu tubuh menyerap kalsium dari berbagai sumber. Susu yang diperkaya dengan vitamin D dipercaya bisa membantu meningkatkan pertumbuhan tulang anak sekaligus mengurangi resiko keropos tulang di kemudian hari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *